Text
PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI NPP 3174011E2000004
Penilaian
0,0
dari 5Ceros & Batozar
Ceros dan Batozar adalah buku spin-off sebelum masuk ke konflik utama. Novel ini masih mengisahkan petualangan tiga orang sahabat, yakni Ali, Raib, dan Seli.
Ali berasal dari klan Bumi atau klan Aldebaran merupakan seorang yang amat pandai, bahkan dikatakan genius. Dirinya sering merancang berbagai alat canggih, seperti kapsul terbang ILY. Ia memiliki kekuatan dapat berubah menjadi seekor beruang raksasa.
Raib berasal dari klan Bulan merupakan Putri Bulan sebagai pewaris garis keturunan alami klan Bulan yang ke-21 dan yang memiliki Buku Kehidupan. Ia dapat menghilang, mempunyai teknik teleportasi, tameng transparan, pukulan berdentum, dan mampu berbicara dengan alam.
Seli berasal dari klan Matahari, yakni seorang petarung pertama klan Matahari yang berjalan di atas Bumi. Ia merupakan garis keturunan yang ke-30. Kekuatan yang dimilikinya adalah mampu mengeluarkan petir biru, yaitu petir terkuat yang ada di klan Matahari. Kemudian, memiliki kekuatan kinetik dan mampu terbang.
Buku Ceroz dan Batozar mengangkat tema tentang persahabatan yang menyentuh dan mengharukan, keberanian, berbagai pengorbanan, dan kebaikan. Karena memang pada hakikatnya, hal-hal itulah yang menjadi sumber kekuatan terbesar di dunia paralel.
Sesuai dengan judulnya, novel karya Tere Liye ini terdiri dari dua cerita yang cenderung berbeda, yaitu Ceros dan Batozar. Ceros adalah semacam manusia berkepala badak yang menggenggam tongkat perak pada kedua tangannya yang mana nantinya ia akan melakukan penyerangan pada Ali, Raib, juga Seli.
Ceros
Kisah ini berawal saat Ali, Raib, dan Seli ikut dalam suatu karyawisata yang diadakan oleh sekolahnya. Tujuan mereka bertiga adalah untuk mengamati berbagai macam benda yang ada di sebuah lokasi kuno yang usianya telah lebih dari 2.000 tahun. Ali, Raib, dan Seli beserta rombongan lain pun mengelilingi dan sekadar melihat-lihat bangunan atau lokasi kuno tersebut.
Akan tetapi, ketika Seli dan Raib sedang sibuk-sibuknya melakukan pengamatan, secara tiba-tiba Ali berseru bahwa sensor dunia paralel miliknya mendapati pintu kamuflase di bagian selatan dengan jarak 80 kilometer dari lokasi mereka. Dengan kata lain, sensornya mendeteksi terdapat sinyal dengan skala 10 di bawah tanah.
Adapun alat tersebut bernama SupeRaib, meletakkan nama Raib di belakang nama alat itu sebab dirinya malas apabila membahas terkait pelajaran dan lebih menyukai untuk melakukan penelitian mengenai dunia paralel. Meski begitu, dirinya tetap genius dengan hal yang diminati.
Walaupun sudah diingatkan secara terus-menerus oleh ILY, Ali tetap bersikeras ingin pergi ke tempat tersebut. Akhirnya, mode suara dari ILY dimatikan oleh Ali sebab dianggap terlalu bawel dan menakut-nakutinya. Lalu, Ali, Raib, dan Seli berpisah dari rombongan mereka, kemudian menuju ke gedung kuno yang ada di bawah tanah sampai ke kedalaman 1.200 meter di atas permukaan laut.
Di sana pun, mereka mendapati dinding tinggi dan di tengahnya terdapat gerbang yang cukup besar, serta di sebelah kanan juga kiri ada dua patung menyerupai manusia, tetapi kepalanya berbentuk badak yang sedang menggenggam tongkat perak. Pertama kalinya saat melihat patung tersebut, mereka terpukau dan merasa takjub terhadap pemandangan yang indah itu.
Kemudian, baru sesaat mereka menikmati hal tersebut, seketika situasi berubah secara luar biasa setelah matahari mulai terbenam. Patung yang menyambut mereka yang sebenarnya monster dengan kepala badak itu, menyerang Ali, Raib, dan Seli tanpa ampun secara tiba-tiba.
Bahkan, ILY yang memiliki kekuatan canggih saja, tidak sanggup untuk mengimbanginya. Monster dengan kepala badak itu mampu menguasai semua teknik bertarung dalam dunia paralel, seperti pukulan berdentum, teknik kinetik, teleportasi, serangan petir, serta berbagai teknik lainnya yang belum mereka kuasai.
Keadaan pun sudah sangat mencekam dan tidak bisa terkendalikan lagi. Serangan bertalu-talu menimpa Ali, Seli, dan Raib yang mana menereka bertiga berlindung di dalam ILY seketika saat matahari terbit, beriringan pula dengan lenyapnya dua manusia berkepala badak tersebut.
Hingga akhirnya, Ali, Raib, dan Seli bersua dengan Ngglanggeran dan Ngglanggeram yang keduanya berasal dari klan Aldebaran. Dua lelaki kembar itu menjelaskan semuanya, termasuk monster yang telah menyerang mereka bertiga yang disebut sebagai Ceros.
Sebenarnya, Ceros adalah makhluk berkepala badak yang hanya melakukan penyerangan saat malam hari tiba. Kemudian, saat siang hari, Ceros berubah menjadi Ngglanggeran dan Ngglanggeram yang berasal dari klan Aldebaran. Mereka (si kembar) menjadi seperti itu saat alat pengendaliannya dicuri oleh si Tanpa Mahkota sejak 2.000 tahun lalu.
Ngglanggeran dan Ngglanggeram menguraikan secara jelas sebab mereka berada di sana, yakni sejak 40.000 tahun lalu ketika melangsungkan ekspedisi antarklan. Bangunan atau konstruksi kuno bernama Bor-O-Bdur yang dihalangi atau dijaga tameng supaya manusia berkepala badak atau Ceros tidak dapat keluar.
Awalnya, sebelum Ceros ada pun, Bor-O-Bdur sangatlah indah nan elok. Bilamana Ceros berhasil untuk keluar dari sana, dikhawatirkan mereka akan melakukan pemberontakan dan menghancurkan Bumi.
Maka satu-satunya metode agar bisa keluar ialah melalui benda yang mampu mengubah Ceros menjadi bentuk yang asli. Namun, benda atau alat itu telah diambil secara diam-diam atau dicuri oleh si Tanpa Mahkota sejak ribuan tahun lalu dan sangat sukar untuk diambil kembali. Ternyata, benda yang dimaksud adalah sarung tangan Bumi yang dipakai oleh Ali.
Dengan begitu, Ali, Raib, dan Seli pun terancam bahaya berada di dalam Bor-O-Bdur selamanya. Mereka melewati hari demi hari, pergantian siang dan malam yang sangat mencekam sekaligus membahagiakan.
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI (800) | 24919 | 899.221 LIY c | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 899.221 LIY c
- Penerbit
- Jakarta: Sabak Grip Nusantara, 2023
- Deskripsi Fisik
- 360 hlm.; 20 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786239987800
- Klasifikasi
- 899.221
- Tipe Isi
- text
- Tipe Media
- unmediated
- Tipe Pembawa
- volume
- Edisi
- Cet. 6
- Subjek
- Novel
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Liye, Tere
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah