Kampung Tarondam : cerita rakyat dari Riau
Ma’rifat, Devi Fauziyah
Kampung Tarondam adalah salah satu cerita rakyat suku Kubu dari Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantansingingi, Provinsi Riau. Kisah dalam buku ini merupakan hasil penceritaan kembali cerita rakyat yang berjudul “Kampuang Tarondam”. Cerita ini berkisah tentang seorang raja yang
tidak menikah dan ingin mempunyai anak untuk meneruskan kerajaannya. Maka, diambilnyalah seekor anak kera yang diberi nama Kasih. Ia dibesarkan dan kemudian ingin dinikahkannya. Suaminya kelak yang akan menjadi penggantinya. Oleh karena itulah, ia berusaha mencari seorang pemuda yang baik, alim dan bijaksana di matanya,
dengan harapan kelak pemuda ini mampu menggantikan posisinya sebagai raja yang baik dan bijaksana, serta mencintai rakyatnya. Pemuda yang bernama Malin Sampai dinikahkan
dengan anak kera. Malin Sampai dan masyarakat Negeri Soban menolak pernikahan tersebut dan menyumpahi rajanya. Akibat sumpah tersebut, datanglah angin kencang dan hujan lebat yang disertai banjir sehingga menenggelamkan negeri
Soban. Masyarakatnya berlarian ke atas bukit untuk
menyelamatkan diri. Bukit itu kemudian dikenal dengan Bukit Kasih tak Sampai. Negeri Soban yang tenggelam tersebut dikenal dengan sebutan Kampuang Tarondam.
tidak menikah dan ingin mempunyai anak untuk meneruskan kerajaannya. Maka, diambilnyalah seekor anak kera yang diberi nama Kasih. Ia dibesarkan dan kemudian ingin dinikahkannya. Suaminya kelak yang akan menjadi penggantinya. Oleh karena itulah, ia berusaha mencari seorang pemuda yang baik, alim dan bijaksana di matanya,
dengan harapan kelak pemuda ini mampu menggantikan posisinya sebagai raja yang baik dan bijaksana, serta mencintai rakyatnya. Pemuda yang bernama Malin Sampai dinikahkan
dengan anak kera. Malin Sampai dan masyarakat Negeri Soban menolak pernikahan tersebut dan menyumpahi rajanya. Akibat sumpah tersebut, datanglah angin kencang dan hujan lebat yang disertai banjir sehingga menenggelamkan negeri
Soban. Masyarakatnya berlarian ke atas bukit untuk
menyelamatkan diri. Bukit itu kemudian dikenal dengan Bukit Kasih tak Sampai. Negeri Soban yang tenggelam tersebut dikenal dengan sebutan Kampuang Tarondam.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2016
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-10-28T01:30:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah