Belajar njoged kedok klana = Belajar tari topeng kelana
Aziz, Abdul
Wulan ingin bisa Tari Topeng Kelana. Wulan diajak oleh Indri untuk berlatih di Sanggar Mulya Bhakti Tambi. Pemimpin Sanggar Mulya Bhakti Tambi berna-ma Mimi Wangi. Di sanggar, anak-anak pandai menari Topeng Kelana. Wulan adalah anak yang pemalu. Wa-tak Topeng Kelana tidak boleh pemalu. Watak Topeng Kelana harus berani, aktif, dan kuat. Oleh sebab itu Indri mengajak Wulan untuk belajar berwatak berani, aktif, dan kuat. Belajarnya di Sungai Karangsong. Di sana ia bergerak lincah dan berlari-lari. Sebab, kelak di Hari Jadi Indramayu akan diselenggarakan festival Tari Topeng Kelana. Tempatnya di pendopo Indramayu. Wulan yang pemalu terus giat berlatih di Sungai Karangsong. Wulan berteriak keras. Wulan berlari kesana kemari di muara sungai. Akhirnya Wulan memiliki watak pemberani, aktif, dan kuat. Wulan seperti laki-laki ketika mengenakan Topeng Kelan Wulan tertawa terbahak-bahak. Wulan menarı mengikuti irama musik gamelan yang dimainkan oleh para nayaga. Mama Carpan dan Mımı Dariyah merasa gembira. Mereka berdua tersenym bangga menyaksikan pertunjukannya.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-02-23T16:07:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah