Lanjutkan merdeka belajar, menuju kualitas sdm unggul
Ristanto, Anang; Na'im, Ainun; Heikal, Muhamad; Hendarman, Hendarman; Anbarini, Ratih; Bahari, Agi; Maulipaksi, Desliana; Rogeleonick, Aline; Nurwidiyanto, Nurwidiyanto; Retnawati, Dwi; Kusuma, Anang; Pramudita, Prani; Anugrahmawaty, Denty; Sugianto, Dennis; Putri, Ryka Hapsari; Fitriana, Lany
Pada tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan serangkaian kebijakan Merdeka Belajar, yang mencakup enam episode. Episode pertama menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN), menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta mengatur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Episode kedua memperkenalkan Kampus Merdeka, sementara episode ketiga fokus pada fleksibilitas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Episode keempat meluncurkan Program Organisasi Penggerak, dan episode kelima memperkenalkan Guru Penggerak. Episode keenam berfokus pada pembangunan SDM unggul di pendidikan tinggi. Selain itu, Kemendikbud merespons pandemi COVID-19 dengan berbagai bantuan, termasuk Dana BOS Afirmasi, modul pembelajaran khusus, dan bantuan kuota internet.
Pada 2021, Kemendikbud melanjutkan transformasi pendidikan dengan delapan prioritas utama, termasuk pembiayaan pendidikan, digitalisasi sekolah, dan revitalisasi SMK. Di bidang kebudayaan, prioritas termasuk repatriasi benda cagar budaya dari Belanda. Kemendikbud juga aktif dalam penanganan bencana alam dan meluncurkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Adaptif Merdeka untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia. Dengan anggaran 81,5 triliun Rupiah, Kemendikbud berkomitmen pada kualitas SDM dan merata dalam distribusi pendidikan. Slogan utama "Sekolahkan Anak Indonesia", "Dorong Pembelajaran Siswa", dan "Tidak Ada Anak yang Tertinggal" menjadi panduan dalam pencapaian target pendidikan nasional.
Pada 2021, Kemendikbud melanjutkan transformasi pendidikan dengan delapan prioritas utama, termasuk pembiayaan pendidikan, digitalisasi sekolah, dan revitalisasi SMK. Di bidang kebudayaan, prioritas termasuk repatriasi benda cagar budaya dari Belanda. Kemendikbud juga aktif dalam penanganan bencana alam dan meluncurkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Adaptif Merdeka untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia. Dengan anggaran 81,5 triliun Rupiah, Kemendikbud berkomitmen pada kualitas SDM dan merata dalam distribusi pendidikan. Slogan utama "Sekolahkan Anak Indonesia", "Dorong Pembelajaran Siswa", dan "Tidak Ada Anak yang Tertinggal" menjadi panduan dalam pencapaian target pendidikan nasional.
Detail Information
- Publisher
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-04-09T00:44:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah