Fungsi keluarga dalam penanaman nilai budaya masyarakat suku bangsa Lemba di kabupaten Bengkulu Utara
Silalahi Giro, Ramot; Maryetti, Maryetti; Ernatip, Ernatip; Iriani, Iriani; Refisrul, Refisrul
Masyarakat-masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya terdiri dari kelompok-kelompok suku bangsa yang memiliki nilai-nilai budaya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Nilai-nilai budaya tersebut merupakan pedoman atau acuan yang digunakan masyarakat pendukungnya. Dalam bersikap dan bertingkah laku bukan saja menghadapi lingkungan sosial
dan lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga ketika menghadapi masuknya pembangunan dari luar masyarakatnya. Masalahnya, tidak semua nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh kelompok-kelompok tersebut mendukung pembangunan.
Sebagai unit sosial yang terkecil dimasyarakat, keluarga merupakan wadah utama yang memiliki fungsi menanamkan (mensosialisasikan) nilai-nilai budaya. Dengan demikian orang tua (ayah- ibu) memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak dalam menghadapi berbagai persoalan hidup didalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Orientasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak pada dasarnya ditentukan oleh beberapa hal antara lain adalah kondisi tempat tinggal dimana masyarakat bersangkutan berada, pendidikan, pekerjaan dan pengalaman hidup. Dilihat dari efektifitasnya, ternyata banyak nilai-nilai budaya suatu ketompok suku bangsa kurang efektif ketika dihadapi dengan pembangunan.
dan lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga ketika menghadapi masuknya pembangunan dari luar masyarakatnya. Masalahnya, tidak semua nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh kelompok-kelompok tersebut mendukung pembangunan.
Sebagai unit sosial yang terkecil dimasyarakat, keluarga merupakan wadah utama yang memiliki fungsi menanamkan (mensosialisasikan) nilai-nilai budaya. Dengan demikian orang tua (ayah- ibu) memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak dalam menghadapi berbagai persoalan hidup didalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Orientasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak pada dasarnya ditentukan oleh beberapa hal antara lain adalah kondisi tempat tinggal dimana masyarakat bersangkutan berada, pendidikan, pekerjaan dan pengalaman hidup. Dilihat dari efektifitasnya, ternyata banyak nilai-nilai budaya suatu ketompok suku bangsa kurang efektif ketika dihadapi dengan pembangunan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang
- Tahun
- 2003
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-07-11T06:59:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah