Upacara tradisional daerah Lampung
Puspawijaya, Rizani; Taneko, Soleman B.; Mubarok, Mubarok; Kreansyah, Idrus; Arifin, Razi
Upacara dalam daur hidup pada dasarnya bersumber dari nilai-nilai gagasan-gagasan vital dan keyakinan dari suatu masyarakat tertentu. Dari penelitian ini diketemukan bahwa upacara-upacara dalam daur hidup itu menyangkut berbagai segi kehidupan manusia, terutama menyangkut aspek hubungan manusia dengan alam gaib, dan hubungan antara manusia dengan sesamanya.
Dalam penyelenggaraan upacara, banyak menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu~ Lambang-lambang atau simbol-simbol itu menunjuk kepada makna tertentu pula. Lambang-lambang itu sering mempunyai hubungan dengan alam gaib maupun benda-benda tertentu.
Kondisi di atas menunjukkan bahwa dalam cara berfikir masyarakat atau cara mengkonsepsjkan sesuatu, diwujudkan secara konkrit atau visual. Apa yang dikemukakan ini pada dasarnya bukanlah hal yang baru, oleh karena para Sarjana Antropologi maupun Sarjana Hukum Adat telah membicarakan fenomena ini dalam banyak kesempatan. Dengan demikian kita masih dapat menyatakan bahwa wawasan masyarakat, khususnya masyarakat Lampung dalam mengkonsepsikan sesuatu masih banyak menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol, yang mempunyai makna tertentu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa wawasan masyarakat pada umumnya menyangkut dua hal penting, yaitu cara berpikir yang dikaitkan dengan unsur magis religius dan hubungan antara manusia.
Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa di dalam unsur magis religius ini telah terjadi pembauran antara Agama yang dianut dengan kepercayaan sebelum adanya Agama itu masuk dalam masyarakat. Ini menandakan bahwa Agama, sedikit atau banyak telah memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Proses pembauran ini dapat kita lihat juga dalam upacara daur hidup ini. Terjadinya pembauran itu merupakan usaha yang selektif guna mencapai tujuan hidup, yaitu kemaslahatan hidup manusia.
Dalam penyelenggaraan upacara, banyak menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu~ Lambang-lambang atau simbol-simbol itu menunjuk kepada makna tertentu pula. Lambang-lambang itu sering mempunyai hubungan dengan alam gaib maupun benda-benda tertentu.
Kondisi di atas menunjukkan bahwa dalam cara berfikir masyarakat atau cara mengkonsepsjkan sesuatu, diwujudkan secara konkrit atau visual. Apa yang dikemukakan ini pada dasarnya bukanlah hal yang baru, oleh karena para Sarjana Antropologi maupun Sarjana Hukum Adat telah membicarakan fenomena ini dalam banyak kesempatan. Dengan demikian kita masih dapat menyatakan bahwa wawasan masyarakat, khususnya masyarakat Lampung dalam mengkonsepsikan sesuatu masih banyak menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol, yang mempunyai makna tertentu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa wawasan masyarakat pada umumnya menyangkut dua hal penting, yaitu cara berpikir yang dikaitkan dengan unsur magis religius dan hubungan antara manusia.
Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa di dalam unsur magis religius ini telah terjadi pembauran antara Agama yang dianut dengan kepercayaan sebelum adanya Agama itu masuk dalam masyarakat. Ini menandakan bahwa Agama, sedikit atau banyak telah memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Proses pembauran ini dapat kita lihat juga dalam upacara daur hidup ini. Terjadinya pembauran itu merupakan usaha yang selektif guna mencapai tujuan hidup, yaitu kemaslahatan hidup manusia.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1981
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-05T02:43:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah