Ungkapan tradisional yang berkaitan dengan sila-sila dalam pancasila daerah Sulawesi Tenggara
Chalik, Husen A.; Sidu, La Ode; Arsamid, Arsamid; Hasanuddin, Hasanuddin
Seperti halnya dengan ungkapan tradisional yang ditulis pada tahun lampau, maka ungkapan yang dikemukakan kali ini juga adalah merupakan pencerminan dari salah satu aspek kehidupan dan peri hidup masyarakat Tolaki dan Muna pada khususnya dan kebudayaan suku-suku bangsa penduduk di Sulawesi Tenggara pada umumnya.
Oleh karena ungkapan yang dipungut dan ditulis adalah yang mempunyai kaitan dengan sila-sila dalam Pancasila, maka dapat dipahami bahwa alam kejiwaan, nilai-nilai kehidupan serta pandangan hidup masyarakat pendukung ungkapan tradisional tersebut adalah bersendikan Pancasila. Hal tersebut adalah suatu pembuktian nyata bahwa nilai-nilai moral Pancasila bukan hasil galian baru atau import dari pandangan hidup bangsa lain yang diadaptasikan ke dada bangsa Indonesia. Tetapi Pancasila adalah nilai moral yang berakar dan tumbuh dalam hati nuraninya bangsa Indonesia secara turun-temurun.
Tiap-tiap ungkapan yang dituliskan semula adalah merupakan pernyataan yang diucapkan secara spontan yang lama kelamaan membeku dalam bentuknya yang merupakan klise, sedangkan maknanya bersifat instruktif, imperatif ataupun preventif. Ungkapan itu disampaikan oleh penuturnya agar pendengarnya mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Siapa yang menjadi penutur pertama dan kapan konteksnya dimulai tidak lagi diketahui dengan pasti. Namun yang jelas bahwa penuturannya dalam ungkapan adalah mengandung pesan atau nasehat, jadi mempunyai edukatif.
Oleh karena ungkapan yang dipungut dan ditulis adalah yang mempunyai kaitan dengan sila-sila dalam Pancasila, maka dapat dipahami bahwa alam kejiwaan, nilai-nilai kehidupan serta pandangan hidup masyarakat pendukung ungkapan tradisional tersebut adalah bersendikan Pancasila. Hal tersebut adalah suatu pembuktian nyata bahwa nilai-nilai moral Pancasila bukan hasil galian baru atau import dari pandangan hidup bangsa lain yang diadaptasikan ke dada bangsa Indonesia. Tetapi Pancasila adalah nilai moral yang berakar dan tumbuh dalam hati nuraninya bangsa Indonesia secara turun-temurun.
Tiap-tiap ungkapan yang dituliskan semula adalah merupakan pernyataan yang diucapkan secara spontan yang lama kelamaan membeku dalam bentuknya yang merupakan klise, sedangkan maknanya bersifat instruktif, imperatif ataupun preventif. Ungkapan itu disampaikan oleh penuturnya agar pendengarnya mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Siapa yang menjadi penutur pertama dan kapan konteksnya dimulai tidak lagi diketahui dengan pasti. Namun yang jelas bahwa penuturannya dalam ungkapan adalah mengandung pesan atau nasehat, jadi mempunyai edukatif.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-06T06:47:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah