Pola kegiatan sosial dan komunikasi untuk pembauran di Lampung
Manan, Fadjria Novari; Sitanggang, Hilderia; Galba, Sindu; Adonis, F.X Tito
Berkenaan dengan interaksi sosial antargolongan etnik itu memungkinkan terjadi berbagai perubahan-perubahan. khususnya perubahan sosial dan kebudayaan. Hal ini dapat terjadi karena tingginya frekuensi dan int ensitas komunikasi seperti media massa, banyaknya alat transportasi, dan lain-lain. Dengan demikian, perubahan terjadi karena makin intensifnya kontak antargolongan etnik itu dengan bangsa-bangsa lain atau golongan etnik yang tidak berada di tempat itu. Kontak-kontak sosial dan kebudayaan tersebut terutama berlangsung di arena-arena interaksi seperti pasar dan terminal.
Hubungan sosial yang terwujud dalam interaksi antarwarga masyarakat dari golongan etnik yang berbeda itu pada dasarnya dapat dilihat sebagai pengorganisasian identitas-identitas sosial, yang mengacu pacta kebudayaan. dari masing-masing pelakunya. Pengorganisasian identitas itu merupakan inti dalam interaksi antarwarga masyarakat yang berbeda golongan. etniknya. lnteraksi antaridentitas sosial dan kebudayaan yang berbeda itu pada dasarnya merupakan interaksi dari simbol-simbol yang diaktifkan oleh masing-masing pelaku yang terlibat. Pengaktifannya disesuaikan dengan kepentingan masing-masing pelakunya dan sesuai dengan kondisi dan situasi di mana interaksi tersebut berlangsung.
Simbol-simbol yang diaktifkan oleh para pelakunya itu dapat dilihat sebagai suatu alat komunikasi yang fungsional dan dapat dipahami oleh masing-masing pelakunya. Simbol-simbol komunikasi itu pada dasarnya bersumber pacta cara hidup atau kebudayaan umum lokal yang berlaku di wilayah tersebut.
Hubungan sosial yang terwujud dalam interaksi antarwarga masyarakat dari golongan etnik yang berbeda itu pada dasarnya dapat dilihat sebagai pengorganisasian identitas-identitas sosial, yang mengacu pacta kebudayaan. dari masing-masing pelakunya. Pengorganisasian identitas itu merupakan inti dalam interaksi antarwarga masyarakat yang berbeda golongan. etniknya. lnteraksi antaridentitas sosial dan kebudayaan yang berbeda itu pada dasarnya merupakan interaksi dari simbol-simbol yang diaktifkan oleh masing-masing pelaku yang terlibat. Pengaktifannya disesuaikan dengan kepentingan masing-masing pelakunya dan sesuai dengan kondisi dan situasi di mana interaksi tersebut berlangsung.
Simbol-simbol yang diaktifkan oleh para pelakunya itu dapat dilihat sebagai suatu alat komunikasi yang fungsional dan dapat dipahami oleh masing-masing pelakunya. Simbol-simbol komunikasi itu pada dasarnya bersumber pacta cara hidup atau kebudayaan umum lokal yang berlaku di wilayah tersebut.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya
- Tahun
- 1989
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-13T01:43:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah