Tatakrama suku bangsa Rejang di Kecamatan Curup Provinsi Bengkulu
Iriani, Iriani; Refisrul, Refisrul; Ernatip, Ernatip; Arios, Rois Leonard
Masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kebudayaan merupakan suatu pengetahuan yang bersifat abstrak yang ada pada masyarakat. Dengan kebudayaan individu sebagai anggota masyarakat mewujudkan tingkah lakunya yang dipakai untuk berinteraksi, baik dengan lingkungan alam, maupun dengan lingkungan sosial dalam masyarakatnya.
Tingkah laku yang dipakai untuk berinteraksi dalam lingkungan sosial sangat tergantung pada kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Setiap suku bangsa memilki tingkah laku atau sopan santun dalam berinteraksi, walaupun antar suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain ada persamaan.
Masyarakat suku bangsa Rejang mengenal beberapa tingkah laku atau sopan santun dalam lingkungan sosial, yakni dalam lingkungan kerabat maupun di luar lingkungan kerabat yakni sopan santun atau tatakrama, menghormat, tatakrama bertegur sapa, tatakrama berbicara, tatakrama bersalaman, tatakramam makan dan minum, tatakrama berpakaian dan tatakrama bertamu. Wujud ideal semua prilaku tatakrama tersebut, sampai saat ini ada yang masih bertahan dan ada pula yang sudah mengalami perubahan, hal ini akibat dari adanya modernisasi disegala aspek kehidupan manusia, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengalami perubahan. Walaupun wujud ideal dari sebagian tatakrama tersebut sudah ada yang berubah namun sebagian masih berubah pada batas-batas yang wajar. Akan tetapi lama-kelamaan bisa menjurus ke hal-hal yang tidak wajar, akibat adanya arus informasi, percampuran penduduk secara pisik dalam satu wilayah, serta adanya persebaran suku bangsa Rejang itu sendiri ke daerah-daerah luar Curup.
Tingkah laku yang dipakai untuk berinteraksi dalam lingkungan sosial sangat tergantung pada kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Setiap suku bangsa memilki tingkah laku atau sopan santun dalam berinteraksi, walaupun antar suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain ada persamaan.
Masyarakat suku bangsa Rejang mengenal beberapa tingkah laku atau sopan santun dalam lingkungan sosial, yakni dalam lingkungan kerabat maupun di luar lingkungan kerabat yakni sopan santun atau tatakrama, menghormat, tatakrama bertegur sapa, tatakrama berbicara, tatakrama bersalaman, tatakramam makan dan minum, tatakrama berpakaian dan tatakrama bertamu. Wujud ideal semua prilaku tatakrama tersebut, sampai saat ini ada yang masih bertahan dan ada pula yang sudah mengalami perubahan, hal ini akibat dari adanya modernisasi disegala aspek kehidupan manusia, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengalami perubahan. Walaupun wujud ideal dari sebagian tatakrama tersebut sudah ada yang berubah namun sebagian masih berubah pada batas-batas yang wajar. Akan tetapi lama-kelamaan bisa menjurus ke hal-hal yang tidak wajar, akibat adanya arus informasi, percampuran penduduk secara pisik dalam satu wilayah, serta adanya persebaran suku bangsa Rejang itu sendiri ke daerah-daerah luar Curup.
Detail Information
- Publisher
- Proyek PPST Padang
- Tahun
- 2004
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-13T02:13:34Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah