Perkembangan perbukuan di daerah
Paembonan, Taya
Perkembangan industri perbukuan di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai kendala. Buku belum dianggap sebagai suatu kebutuhan. Akibatnya, minat masyarakat dalam membeli buku menjadi rendah. Hal itu terlihat dari data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1995 yang memperlihatkan pengeluaran rata-rata per kapita untuk bahan nonmakanan bahwa pada tabel itu tidak tertera secara khusus adanya pengeluaran untuk buku.
Perkembangan perbukuan pada tingkat daerah khususnya Dati I/provinsi mempunyai problematikanya sendiri. Sebagai suatu mata rantai, industri perbukuan mempunyai empat pilar utama, yaitu pengarang dan penerjemah, penerbit, distributor, dan konsumen. Keberadaan masing-masing pilar di masing-masing daerah berbeda satu sama lain.
Bagaimanakah keadaan perbukuan di daerah sesungguhnya dapat dibaca pada buklet ini.
Perkembangan perbukuan pada tingkat daerah khususnya Dati I/provinsi mempunyai problematikanya sendiri. Sebagai suatu mata rantai, industri perbukuan mempunyai empat pilar utama, yaitu pengarang dan penerjemah, penerbit, distributor, dan konsumen. Keberadaan masing-masing pilar di masing-masing daerah berbeda satu sama lain.
Bagaimanakah keadaan perbukuan di daerah sesungguhnya dapat dibaca pada buklet ini.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Perbukuan
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-11-08T07:25:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah