Sistem kepemimpinan di dalam masyarakat pedesaan daerah Sumatera Selatan
Ratnawati, Latifah; Mairu, Tarmizi; Hanif, Zainal Abidin; Marbe, Umar Zipin
Hal-hat yang dibahas dalam analisis ini menyangkut:
1. Pengaruh Kebudayaan terhadap sistem kepemimpinan pedesaan;
2. Sistem kepemimpinan pedesaan sehubungan dengan sistem administrasi politik nasional;
3. Sistem kepemimpinan pedesaan dalam pembangunan nasional.
Berdasarkan uraian-uraian dalam yang disampaikan, terlihat bahwa pengaruh kebudayaan terhadap sistem kepemimpinan pedesaan sangat mendasar terutama pengaruh hukum adat yang tertuang dalam Kitab Undang-undang Simbur Cahaya.
Maksudnya adalah bahwa sifat kebersamaan masyarakat masih betul-betul terlihat di dalam sistem kepemimpinan itu. Kadang-kadang sifat ini melampaui batas-batas kepemimpinan seorang pemimpin. Sebagai contohnya dapat dikemukakan bahwa organisasi Karang Taruna mempunyai seorang ketua dan pengurus lainnya. Sewaktu organisasi ini menerima bantuan berupa peralatan kesenian, peralatan ini tidak saja digunakan oleh anggota Karang Taruna , tetapi juga oleh remaja yang tidak tergabung dalam organisasi ini bahkan digunakan juga oleh orang tua. Ketua dalam hal ini tidak merasa bahwa kepemimpinannya dilampaui oleh masyarakat karena sifat kebersamaan yang telah mentradisi itu. Selain dari contoh itu masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.
Setelah itu , pengaruh-pengaruh yang datang kemudian hanya bersifat melengkapi saja dari hal-hal yang sudah ada dan mendasar dalam kehidupan masyarakat .
1. Pengaruh Kebudayaan terhadap sistem kepemimpinan pedesaan;
2. Sistem kepemimpinan pedesaan sehubungan dengan sistem administrasi politik nasional;
3. Sistem kepemimpinan pedesaan dalam pembangunan nasional.
Berdasarkan uraian-uraian dalam yang disampaikan, terlihat bahwa pengaruh kebudayaan terhadap sistem kepemimpinan pedesaan sangat mendasar terutama pengaruh hukum adat yang tertuang dalam Kitab Undang-undang Simbur Cahaya.
Maksudnya adalah bahwa sifat kebersamaan masyarakat masih betul-betul terlihat di dalam sistem kepemimpinan itu. Kadang-kadang sifat ini melampaui batas-batas kepemimpinan seorang pemimpin. Sebagai contohnya dapat dikemukakan bahwa organisasi Karang Taruna mempunyai seorang ketua dan pengurus lainnya. Sewaktu organisasi ini menerima bantuan berupa peralatan kesenian, peralatan ini tidak saja digunakan oleh anggota Karang Taruna , tetapi juga oleh remaja yang tidak tergabung dalam organisasi ini bahkan digunakan juga oleh orang tua. Ketua dalam hal ini tidak merasa bahwa kepemimpinannya dilampaui oleh masyarakat karena sifat kebersamaan yang telah mentradisi itu. Selain dari contoh itu masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.
Setelah itu , pengaruh-pengaruh yang datang kemudian hanya bersifat melengkapi saja dari hal-hal yang sudah ada dan mendasar dalam kehidupan masyarakat .
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1986
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-27T03:56:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah