Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungannya daerah Sulawesi Selatan
Badaruddin, Makmun; Mappasere, Mappasere; R., Sukirman A.; Aminullah, A.
Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang menjadi obyek pembahasan dalam karya ini, masih mengembangkan tanggapan terhadap lingkungannya lewat cara-cara tradisional dalam usaha memenuhi kebutuhannya dengan pola pelaksanaan yang sifatnya tradisional pula. Usaha masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya berpola pada sistem ekonomi yang meliputi pola produksi, pola distribusi dan pola konsumsi, masih dilakukan dengan sistem pengetahuan dan teknologi tradisional yang dianut dari masa ke masa.
Keadaan sistem ekonomi dewasa ini dalam masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan tetap dilaksanakan secara tradisional, sementara ide dan konsep pembaharuan di bidang pertanian sudah memasuki lapangan hidup petani, namun belum seluruhnya terpengaruh atas pembaharuan tersebut dan belum mencapai suatu bentuk memadai. Adapun namanya perubahan itu, belum sampai mempengaruhi struktur masyarakat petani, seperti munculnya komersialisasi sektor pertanian, perubahan ikatan-ikatan kekeluargaan dan penghargaan terhadap ketrampilan dan kehidupan. Para Antropolog mengakui hal ini, bahwa perubahan-perubahan terjadi setahap demi setahap. Geertz ( 1973 : XIII) mengatakan bahwa ia lebih ragu mengenai kepastian, apakah Indonesia telah mulai meninggalkan situasi equilibrium masyarakat tradisional menuju ke equilibrium masyarakat modern.
Keadaan sistem ekonomi dewasa ini dalam masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan tetap dilaksanakan secara tradisional, sementara ide dan konsep pembaharuan di bidang pertanian sudah memasuki lapangan hidup petani, namun belum seluruhnya terpengaruh atas pembaharuan tersebut dan belum mencapai suatu bentuk memadai. Adapun namanya perubahan itu, belum sampai mempengaruhi struktur masyarakat petani, seperti munculnya komersialisasi sektor pertanian, perubahan ikatan-ikatan kekeluargaan dan penghargaan terhadap ketrampilan dan kehidupan. Para Antropolog mengakui hal ini, bahwa perubahan-perubahan terjadi setahap demi setahap. Geertz ( 1973 : XIII) mengatakan bahwa ia lebih ragu mengenai kepastian, apakah Indonesia telah mulai meninggalkan situasi equilibrium masyarakat tradisional menuju ke equilibrium masyarakat modern.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Sulawesi Selatan
- Tahun
- 1986
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-27T04:29:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah