Peranan pendidikan dalam pembinaan kebudayaan nasional daerah Sumatera Utara
Ritonga, Farida Hanum; Dualay, J. Fachruddin; Chatib, Nazief; Tarigan, Samsul; Irwansyah, Irwansyah
Seorang murid akan mempelajari berbagai mata pelajaran yang tersusun dalam kurikulum sekolah. Murid dituntut untuk mengikuti semua pelajaran yang telah diprogram oleh sekolah tanpa mempunyai kemampuan untuk menolak atau memilih mata pelajaran yang tersusun dalam kurikulum sekolah. Di lingkungan pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut kemampuannya untuk berpikir obyektif/realitas/kritis, sistematis. metodis, dan universal; sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di kemudian hari. Namun sampai sejauh ini, peranan pendidikan terutama bidang pengajaran dan pengabdian masyarakat masih selalu dipertanyakan.
Dalam mengatur kedudukan dan peranan seseorang, masih ada yang menggunakan latar belakang lembaga pendidikan tertentu. agama tertentu atau suku bangsa tertentu. Permasalahan tersebut timbul karena masih adanya kepentingan kelompok kelompok kecil yang terikat dengan golongannya (primordialism), yakni sikap lebih mengunggulkan kebudayaan sendiri (ethnocentrism) atau sikap lebih mengunggulkan disiplin ilmu yang dikuasainya daripada disiplin ilmu yang lain (pedantic). Padahal, "pembinaan kebudayaan nasional bertujuan untuk kemajuan adab, budaya, persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat lebih mengembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa
sendiri serta mempertinggi derajat kemajuan bangsa."
Fakta-fakta di atas banyak ditemukan dalam kehidupan bermasyara�kat. justru yang menjadi pertanyaan sekarang ialah apa dan bagaimana sesungguhnya peranan pendidikan dalam pembinaan kebudayaan nasional?
Dalam mengatur kedudukan dan peranan seseorang, masih ada yang menggunakan latar belakang lembaga pendidikan tertentu. agama tertentu atau suku bangsa tertentu. Permasalahan tersebut timbul karena masih adanya kepentingan kelompok kelompok kecil yang terikat dengan golongannya (primordialism), yakni sikap lebih mengunggulkan kebudayaan sendiri (ethnocentrism) atau sikap lebih mengunggulkan disiplin ilmu yang dikuasainya daripada disiplin ilmu yang lain (pedantic). Padahal, "pembinaan kebudayaan nasional bertujuan untuk kemajuan adab, budaya, persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat lebih mengembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa
sendiri serta mempertinggi derajat kemajuan bangsa."
Fakta-fakta di atas banyak ditemukan dalam kehidupan bermasyara�kat. justru yang menjadi pertanyaan sekarang ialah apa dan bagaimana sesungguhnya peranan pendidikan dalam pembinaan kebudayaan nasional?
Detail Information
- Publisher
- Proyek Penelitian Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya
- Tahun
- 1993
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-23T05:22:55Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah