Integrasi nasional daerah Kalimantan Barat (suatu pendekatan budaya)
Umberan, Musni; Batuallo, Salmon; Ajisman, Ajisman; Nurcahyani, Lisyawati; Musa, Jauhari
Dilihat dari latar belakang etnis daerah Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Pontianak adalah merupakan tempat bermukimnya suatu masyarakat majemuk, sehingga pembauran merupakan persoalan menuju integrasi dalam segala bidang. Setiap suku bangsa yang ada di Kalimantan Barat mempunyai corak kehidupan sendiri-sendiri, yang dapat dikenali dari berbagai ungkapan adat yang dipergunakan.
Pengelompokan suku bangsa masih ditemui seperti kelompok suku bangsa Dayak, kelompok suku bangsa Melayu, kelompok suku bangsa Cina. kelompok suku bangsa Madura dan lain-lainnya. Setiap kelompok suku bangsa mempunyai sistem nilai budaya yang dijadikan pedoman dalam bertingkah laku di mana masing-masing individu atau kelompok suku bangsa memperjuangkan kepentingan sendiri berdasarkan latar belakang budayanya.
Prinsip-prinsip dan tradisi adat merupakan asas dan dasar dari semua kebudayaan namun sikap-sikap dasar seperti keselarasan, kerukunan dan semangat kekeluargaan dapat dijumpai dalam setiap suku bangsa. Prinsip gotong royong dapat kita temukan di dalam setiap kebudayaan dari setiap suku bangsa.
Tingkat kerjasama yang tinggi adalah merupakan salah satu faktor untuk mencapai hubungan yang baik serta mempersatukan setiap suku bangsa. Di samping faktor-faktor penunjang persatuan dan kesatuan bangsa seperti bahasa nasional, ideologi negara, pendidikan yang seragam dan pembauran penduduk serta program pembangunan sentral dari pemerintah, ada juga suatu titik temu antara kebudayaan-kebudayaan dari setiap suku bangsa yang mendasari adanya asimilasi seperti perkawinan campuran antara suku bangsa.
Pengelompokan suku bangsa masih ditemui seperti kelompok suku bangsa Dayak, kelompok suku bangsa Melayu, kelompok suku bangsa Cina. kelompok suku bangsa Madura dan lain-lainnya. Setiap kelompok suku bangsa mempunyai sistem nilai budaya yang dijadikan pedoman dalam bertingkah laku di mana masing-masing individu atau kelompok suku bangsa memperjuangkan kepentingan sendiri berdasarkan latar belakang budayanya.
Prinsip-prinsip dan tradisi adat merupakan asas dan dasar dari semua kebudayaan namun sikap-sikap dasar seperti keselarasan, kerukunan dan semangat kekeluargaan dapat dijumpai dalam setiap suku bangsa. Prinsip gotong royong dapat kita temukan di dalam setiap kebudayaan dari setiap suku bangsa.
Tingkat kerjasama yang tinggi adalah merupakan salah satu faktor untuk mencapai hubungan yang baik serta mempersatukan setiap suku bangsa. Di samping faktor-faktor penunjang persatuan dan kesatuan bangsa seperti bahasa nasional, ideologi negara, pendidikan yang seragam dan pembauran penduduk serta program pembangunan sentral dari pemerintah, ada juga suatu titik temu antara kebudayaan-kebudayaan dari setiap suku bangsa yang mendasari adanya asimilasi seperti perkawinan campuran antara suku bangsa.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-15T07:37:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah