Nilai-nilai pendidikan multikultural dalam budaya etnik
I Made, Purna; I Gusti Ngurah, Jayanti; I Wayan, Rupa
Kemajemukan masyarakat Indonesia itu tidak hanya terwujud dalam berbagai struktur sosial yang dikembangkan sebagai perwujudan adaptasi aktif mereka terhadap lingkungan, melainkan juga dalam keanekaragaman kebudayaan Indonesia itu tidak hanya bersifat mendasar dan mencerminkan pola-pola adaptasi setempat yang berbeda, melinkan juga bersifat tegak lurus, kerena perbedaan pengalaman sejarah yang berlainan. Masyarakat multikultur Indonesia diharapkan jadi masyarakat baru Indonesia sesuai cita-cita proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, yaitu suatu masyarakat multikultural, yang memberi penekanan secara seimbang antara kebhinekaan dan keikaan, menghargai perbedaan (different) dalam kesatuan (unity). Pada kesempatan ini akan lebih ditekankan pada kajian kesukubangsaan di wilayah Bali, NTB dan NTT. Keanekaragaman suku bangsa yang ada di ketiga wilayah ini amat kompleks secara kultural. Masing-masing wilayah memiliki kultur yang unik baik dalam adat-istiadat, bahasa, religi, dan lainnya. Perbedaan yang diperlihatkan dalam masyarakat di ketiga wilayah Bali, NTB, dan NTT merupakan cerminan dari multikultural.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Badung
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-14T08:11:30Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah