Studi tentang aspek-aspek sosial-budaya masyarakat daerah perbatasan: studi kasus masyarakat di Pulau Miangas
Hoetagaol, Sophia M.; Sumampouw, Nono S. A.; Parauba, Julianto; Tuage, Rony; Pontororing, Mulyadi
Wilayah Perbatasan memiliki arti penting dalam keberadaan sebuah negara. Namun, berbeda dengan arti kata "batas" dan "perbatasan" yang terkesan semacam pembatas atau pemisah yang ada dan pemah ada dalam keberadaan sebuah negara semisal "tembok Berlin" yang memisahkan secara tegas wilayah dua bangsa bertetangga, daerah perbatasan di wilayah NKRI tidak demikian halnya; karena pengalaman kesejarahan jualah yang "menghadirkan" wilayah-wilayah perbatasan baik itu di laut maupun di darat. Pengalaman kesejarahan wilayah perbatasan di propinsi Sulawesi Utara misalnya, dalam perjalanan sejarah merupakan sebuah kawasan di mana dapat ditemukan mobilitas penduduk, barang, dan bahkan ajaran-ajaran agama telah berlangsung sejak adanya aktivitas perniagaan pada enam atau tujuh abad yang lampau hingga kini. Dengan demikian, bukan hal yang aneh apabila eksistensi dan arti sebuah kawasan perbatasan perlu mendapat perhatian tidak hanya dalam artian pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga dalam artian sosial-budaya.
Detail Information
- Publisher
- Kepel Press
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-09T02:30:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah