Seminar Estetik Galeri Nasional Indonesia #2 2015 "Larut" : seni, pengalaman dan pengetahuan
Fauji, Fuad; Widyanarko, Putut
"Seni, Pengalaman, dan Pengetahuan" merupakan hal yang inheren dalam estetika. lstilah estetika adalah hal yang baru, di Barat sekalipun, karena dalam kamus bahasa lnggris, kata itu baru pada tahun 1830 tertera. Di Jerman, kata estetika, asalnya dimulai oleh Alexander Gottlieb Baumgarten, itu pun baru abad ke-16 atau sekitar tahun 1735. lstilah estetika, yang dalam bahasa lnggrisnya juga merupakan turunan dari kata dalam bahasa Yunani Antik yaitu, aisthetikos yang artinya, 'penyerapan inderawi' atau segala ha! yang diserap oleh indera. Tentunya, ketika panca indera kita menyerap objek-objek dunia, dan kemudian menjadikannya pengetahuan yang memberi kesadaran tentang kehadiran dunia, itu merupakan suatu hal yang dasar bagi pengetahuan. Dan pengetahuan apapun, berpijak pada fenomena estetik. Karena ilmu pengetahuan atau science yang mensistemisasikan, itu kemudian membuat suatu pembuktian-pembuktian tentang fenomena alam, dan menghasilkan hukum-hukum yang, itu pun berpijak pada hal-hal yang sifatnya empiris, yang inderawi. Dan justru membatasi objeknya itu pada penyerapan inderawi tadi.
Detail Information
- Publisher
- Galeri Nasional Indonesia
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-24T03:02:10Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah