Nenek Latu dan batu bedak=Nene Latu dan baru bada=Oma Latu und der pulverstein
Pattikawa, Marlen; Nepa, Revelino Berivon; Latuheru, Windy Putri; Simanjuntak, Tammy
Di Negeri Oma, pesisir selatan pulau Haruku, Maluku, ada seorang gadis bernama Latu. Paras cantiknya memesona semua orang, dia adalah anak raja Negeri Oma. Orang tuanya sangat menyayanginya. Ada aturan keluarga raja dilarang untuk bergaul dengan orang lain yang tidak sederajat, tetapi Putri Latu tidak menghiraukan larangan tersebut. Putri Latu malah berteman dengan seorang lelaki dari kalangan rakyat biasa. Hal itu diketahui namun, Latu tidak mematuhi ayahnya. Beliau sangat marah dan kecewa dan memerintahkan keluar dari rumah ini sekarang juga. Dia sangat sedih karena ibunya tidak membelanya sama sekali, sambil meninggalkan rumah. Dia tidak ingin bertemu lagi dengan ayah dan ibunya. Dia pun pergi menuju hutan, kemudian berteduh untuk menghilangkan lelahnya di bawah sebatang pohon Pule yang rimbun. Putri Latu merasa nyaman sehingga tertidur lelap. Ternyata, di tempat itu dia menghilang secara misterius. Hari berganti hari, raja dan istrinya menjadi khawatir. Mereka tidak mendengar kabar apa pun tentang Latu. Selang beberapa tahun kemudian orang tuanya meninggal. Pada suatu hari, ada seorang penduduk negeri itu mencari kayu bakar di hutan, saat dia sedang sibuk mengumpulkan kayu bakar, tiba-tiba Putri Latu menampakkan diri di hadapannya. dia langsung mengabarkan hal ini kepada keluarga Putri Latu. Keluarga Latu bergegas ke hutan. Mereka penasaran dan hendak melihat Latu. Namun Latu tidak ingin bertemu keluarganya. Ia lalu mengubah wujudnya menjadi sebuah batu seukuran gajah dewasa. Warnanya putih, halus dan mengkilap. Keluarga Latu memeluk dan mencium batu itu. Mereka memahat beberapa potongan kecil untuk dibawa pulang.
Potongan batu itu digiling sampai halus seperti bubuk dan digunakan sebagai bedak. Semua perempuan dari keluarga itu terlihat lebih cantik saat memakainya. Wajah mereka menjadi cerah sehingga orang-orang penasaran mencoba bedak itu. Sampai sekarang pun, orang Negeri Oma masih membuat bedak dari batu jelmaan Putri Latu. Mereka menamainya Batu Bedak.
Potongan batu itu digiling sampai halus seperti bubuk dan digunakan sebagai bedak. Semua perempuan dari keluarga itu terlihat lebih cantik saat memakainya. Wajah mereka menjadi cerah sehingga orang-orang penasaran mencoba bedak itu. Sampai sekarang pun, orang Negeri Oma masih membuat bedak dari batu jelmaan Putri Latu. Mereka menamainya Batu Bedak.
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Maluku
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-11-28T03:50:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah