Buletin Haba nomor 36 tahun 2005: sejarah dan budaya Suku Bangsa Tamiang
Abu Bakar, Bustami; Sudirman, Sudirman; Dewi Wanti, Irini; Waryanti, Sri; Priyotomo, Iskandar Eko; Lestari, Titit; Farsyah, Mudha
Keanekaragaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia oleh sebagian orang saat ini dianggap sebgai faktor penghambat bagi pesatuan dan kesatuan bangsa. Pemikiran ini dilandasi oleh pendapat bahwa akan sangat lebih mudah mempersatukan masyarakat yang hanya terdiri dari sedikit suku bangsa. Pendapat ini tentu saja salah karen sebenarnya keanekaragaman yang dimiliki bangsa ini merupakan suatu anugrah yang tak terkira dari Tuhan Yang Maha Esa dengan adanya keanekaragaman suku bangsa yang lain sehingga terjalin suatu persatuan yang kuat.
Suku bangsa Tamiang yang mendimi wilayah administrasi kab. Tamiang Provinsi Nagnggroe Aceh Darussalam merupakan bukti bahwa masyarakat Aceh juga memiliki Keanekaragaman. Masyarakat Tamiang termasuk ke dalam etnis Melayu yang masih mempertahnkan kebudayaannya sampai saat ini.
Suku bangsa Tamiang yang mendimi wilayah administrasi kab. Tamiang Provinsi Nagnggroe Aceh Darussalam merupakan bukti bahwa masyarakat Aceh juga memiliki Keanekaragaman. Masyarakat Tamiang termasuk ke dalam etnis Melayu yang masih mempertahnkan kebudayaannya sampai saat ini.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh
- Tahun
- 2005
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-08T04:52:03Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah