Booklet:Negeri dan Pelabuhan Lada di Aceh Barat Daya (1750an-1870an)No.90/2022
Hasbullah, Hasbullah
Penulisan buku ini berawal dari kajian singkat terkait jalur
rempah khususnya negeri dan pelabuhan lada di Pantai Barat Aceh yang skupnya dipersempit di Aceh Barat Daya (1750an-1870an).
Banyak juga kisah yang tercatat dalam memori kolektif masyarakat maupun yang disebut dalam hikayat dan sumber sejarah asing yang sudah diterjemahkan. Akan tetapi, sayangnya pelabuhan lada ini hampir semua sudah tidak berfungsi dan sebagian beralih fungsi menjadi sandaran perahu nelayan. Bahkan, ada pelabuhan lama yang berubah menjadi lahan sawit sebagai komoditas pengganti
lada yang telah mewarnai kisah kehidupan kekinian. Lada sebagai komoditas di masa lalu sudah lama ditinggalkan, karena sudah ada tanaman pengganti (sawit) yang telah mengubah laju sejarah.
Terkait kemunduran negeri dan pelabuhan lada yang dulunya pernah menjadi arus utama sejarah pergerakan manusia di
Aceh setelah beralih ke era daratan. Akan tetapi, kini terhampar dalam peradaban ekonomi baru, yaitu sawit yang sudah tidak banyak menggunakan jalur laut lagi. Kisah masa lalu itu diulas secara singkat dalam booklet ini, sebagai perkenalan bagi para pembaca sehingga nantinya bisa membuka cakrawala untuk pengungkapan yang jauh lebih luas dalam penelitian selanjutnya.
rempah khususnya negeri dan pelabuhan lada di Pantai Barat Aceh yang skupnya dipersempit di Aceh Barat Daya (1750an-1870an).
Banyak juga kisah yang tercatat dalam memori kolektif masyarakat maupun yang disebut dalam hikayat dan sumber sejarah asing yang sudah diterjemahkan. Akan tetapi, sayangnya pelabuhan lada ini hampir semua sudah tidak berfungsi dan sebagian beralih fungsi menjadi sandaran perahu nelayan. Bahkan, ada pelabuhan lama yang berubah menjadi lahan sawit sebagai komoditas pengganti
lada yang telah mewarnai kisah kehidupan kekinian. Lada sebagai komoditas di masa lalu sudah lama ditinggalkan, karena sudah ada tanaman pengganti (sawit) yang telah mengubah laju sejarah.
Terkait kemunduran negeri dan pelabuhan lada yang dulunya pernah menjadi arus utama sejarah pergerakan manusia di
Aceh setelah beralih ke era daratan. Akan tetapi, kini terhampar dalam peradaban ekonomi baru, yaitu sawit yang sudah tidak banyak menggunakan jalur laut lagi. Kisah masa lalu itu diulas secara singkat dalam booklet ini, sebagai perkenalan bagi para pembaca sehingga nantinya bisa membuka cakrawala untuk pengungkapan yang jauh lebih luas dalam penelitian selanjutnya.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-11-08T04:13:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah