Doli-doli parbodat
Dalimunthe, H.
Di desa Tanobato tinggallah seorang anak muda bersama ibunya. Ayahnya sudah. lama meninggal. Satu-satunya harta peninggalan ayahnya ialah seekor beruk yang biasa mengambil upahan memetik kelapa.
PekeJjaan inilah yang diwariskan ayahnya kepada anaknya untuk membiayai hidup si Matoga, demikian nama anak muda itu, dengan ibunya. Mereka tergolong orang yang tak mampu. Oleh karena itulah, tak seorang ariak gadis di kampungnya mau berkenalan dengan dia, meskipun ia mempunyai wajah yang tampan. Gadisgadis di Tanobato itu selalu mengejeknya dengan nama panggilannya yang khas, yaitu "Doli-doli Parbodat': Meskipun demikian nasibnya, tidak membuatnya berkecil hati". Matoga tetap menjalankan tugasnya; apabila ada orang yang menyuruhnya, demik periuk nasi.
PekeJjaan inilah yang diwariskan ayahnya kepada anaknya untuk membiayai hidup si Matoga, demikian nama anak muda itu, dengan ibunya. Mereka tergolong orang yang tak mampu. Oleh karena itulah, tak seorang ariak gadis di kampungnya mau berkenalan dengan dia, meskipun ia mempunyai wajah yang tampan. Gadisgadis di Tanobato itu selalu mengejeknya dengan nama panggilannya yang khas, yaitu "Doli-doli Parbodat': Meskipun demikian nasibnya, tidak membuatnya berkecil hati". Matoga tetap menjalankan tugasnya; apabila ada orang yang menyuruhnya, demik periuk nasi.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
- Tahun
- 1981
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-09-11T07:01:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah