Airku kembali jernih
Fajrian, Rico; Noviandi, Adita; Mandiri, Yanuar
Pembangunan kota Banten sebagai Negara-Kota (city state) sekaligus sebagai Kota Bandar (harbour city) dilakukan sejak Maulana Hasanuddin, Maulana Yusuf, dan mencapai puncaknya pada masa Sultan Ageng Tirtayasa. Kebesaran Kesultanan Banten pada masa ini ditunjang oleh beberapa faktor, seperti letak geografis yang strategis, kondisi lingkungan(ekologis) yang menguntungkan, struktur masyarakat, dan pemerintahan yang kuat.
Keberadaan Banten Lama sebagai pusat kesultanan dan kota bandar, banyak didatangi oleh para pedagang asing maupun Nusantara. Banyaknya pendatang ini membuat para penguasa Banten memikirkan tentang kebutuhan air bersih. Untuk pemenuhan kebutuhan air ini dilakukan dengan membuat terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan. Kebutuhan air untuk persawahan yang ada di daerah pinggiran kota , disuplai oleh danau buatan yang dinamakan Tasikardi.
Tasikardi adalah danau buatan dengan luas kira-kira 6,5 hektar yang seuruh alasnya dilapisi ubin bata. Danau ini dibangun oleh Maulana Yusuf (1570-1580). Di tengah danau dibangun sebuah pulau yang disebut pulau Kaputren yang semula diperuntukkan khusus bagi Ibu Maulana Yusuf untuk bertafakur mendekatkan diri kepada Allah. Selanjutnya pulau ini digunakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kesultanan. Danau Taskiradi berfungsi untuk menampung air dari Sungai Cibanten yang kemudian disalurkan ke sawah-sawah dan ke Keraton Surosowan untuk keperluan air minum dan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga sultan di Keraton Surosowan.
Keberadaan Banten Lama sebagai pusat kesultanan dan kota bandar, banyak didatangi oleh para pedagang asing maupun Nusantara. Banyaknya pendatang ini membuat para penguasa Banten memikirkan tentang kebutuhan air bersih. Untuk pemenuhan kebutuhan air ini dilakukan dengan membuat terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan. Kebutuhan air untuk persawahan yang ada di daerah pinggiran kota , disuplai oleh danau buatan yang dinamakan Tasikardi.
Tasikardi adalah danau buatan dengan luas kira-kira 6,5 hektar yang seuruh alasnya dilapisi ubin bata. Danau ini dibangun oleh Maulana Yusuf (1570-1580). Di tengah danau dibangun sebuah pulau yang disebut pulau Kaputren yang semula diperuntukkan khusus bagi Ibu Maulana Yusuf untuk bertafakur mendekatkan diri kepada Allah. Selanjutnya pulau ini digunakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kesultanan. Danau Taskiradi berfungsi untuk menampung air dari Sungai Cibanten yang kemudian disalurkan ke sawah-sawah dan ke Keraton Surosowan untuk keperluan air minum dan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga sultan di Keraton Surosowan.
Detail Information
- Publisher
- BPCB Provinsi Banten
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-07-25T08:58:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah