Bahan belajar penguatan karakter melalui Kegiatan Pembiasaan Keterampilan Public Speaking di Kursus
BP PAUD dan Dikmas Banten, BP PAUD dan Dikmas Banten
Public Speaking adalah kegiatan di depan publik. Tampil di depan publik untuk sekarang ini tampaknya menjadi bagian dari cat dan gaya hidup. Dalam kerangka pikir Maslow, barangkali ini bisa dikategorikan sebagai akhir atau puncak dari pengaktualisasian diri. Diakui atau tidak kebutuhan akan aktualisasi diri ini menjadi kebutuhan semua orang. Semua orang ingin dirinya bisa mengaktualisasi: ingin dirinya diterima oleh publik. Persoalannya, walaupun tiap orang menginginkan semua itu, namun tidak semua orang tahu dan paham, bagaimana mengaktualisasikan dirinya melalui pidato.
Kajian penelitian ini berusaha memetakan dan menganalisis kemampuan public speaking seperti dikonseptualisasikan komunikator politik profesional sebagai seorang politisi (Dan Nimmo, 1978). Politisi profesional yang biasa ditampilkan legislator perlu dikaji secara mendalam dari aspek pengetahuan, keterampilan dan keterampilan. Untuk itulah fokus penelitian diarahkan lebih spesifik lagi dengan mengambil obyek penelitian anggota DPRD Kota Makassar Masa Bakti 2009-2014.
Alasan mendasar penyusunan modul ini, tidak hanya berdasarkan pertimbangan pendidikan dan latar belakang pengetahuan dan etika, tetapi karena pentingnya penanaman karakter pembelajaran keterampilan public speaking sangat di perlukan di masayarakat sehingga dapat menjadi indikator barometer komunikasi politik profesional (baca : public speaking).dalam menggambarkan sosok perannya sebagai wakil rakyat. Dari pengamatan peneliti terhadap potret anggota legislatif Makassar menunjukkan pencitraan publik speaking baik dari segi pemilihan kata dan kalimat maupun dari sisi komunikasi nonverbal tidak mencerminkan komunikator professional (Penelitian Irwani Pane. 2009).
Kajian penelitian ini berusaha memetakan dan menganalisis kemampuan public speaking seperti dikonseptualisasikan komunikator politik profesional sebagai seorang politisi (Dan Nimmo, 1978). Politisi profesional yang biasa ditampilkan legislator perlu dikaji secara mendalam dari aspek pengetahuan, keterampilan dan keterampilan. Untuk itulah fokus penelitian diarahkan lebih spesifik lagi dengan mengambil obyek penelitian anggota DPRD Kota Makassar Masa Bakti 2009-2014.
Alasan mendasar penyusunan modul ini, tidak hanya berdasarkan pertimbangan pendidikan dan latar belakang pengetahuan dan etika, tetapi karena pentingnya penanaman karakter pembelajaran keterampilan public speaking sangat di perlukan di masayarakat sehingga dapat menjadi indikator barometer komunikasi politik profesional (baca : public speaking).dalam menggambarkan sosok perannya sebagai wakil rakyat. Dari pengamatan peneliti terhadap potret anggota legislatif Makassar menunjukkan pencitraan publik speaking baik dari segi pemilihan kata dan kalimat maupun dari sisi komunikasi nonverbal tidak mencerminkan komunikator professional (Penelitian Irwani Pane. 2009).
Detail Information
- Publisher
- BP PAUD dan Dikmas Banten
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-01-09T03:54:25Z
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah