Tak ada yang akan hilang di Banggai
Pasaribu, Norman Erikson
Buku ini merupakan catatan sastrawan pada saat berada di Banggai.
Banggai hari ini jauh berbeda dari Banggai yang orangorang dahulu kenal, sebuah kerajaan kecil di Sulawesi Tengah pada masa Kerajaan Majapahit, yang lahir di bawah nama besar Adi Cokro, dan berpusat di Pulau Banggai. Nama itu kini merujuk kepada tiga daerah: Luwuk (biasa disebut Banggai atau Banggai Luwuk), Pulau Peleng (biasa disebut Banggai Kepulauan), serta Pulau Banggai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (biasa disebut Banggai Laut). Ketiganya kini masing-masing dipimpin oleh seorang bupati.
Banggai hari ini jauh berbeda dari Banggai yang orangorang dahulu kenal, sebuah kerajaan kecil di Sulawesi Tengah pada masa Kerajaan Majapahit, yang lahir di bawah nama besar Adi Cokro, dan berpusat di Pulau Banggai. Nama itu kini merujuk kepada tiga daerah: Luwuk (biasa disebut Banggai atau Banggai Luwuk), Pulau Peleng (biasa disebut Banggai Kepulauan), serta Pulau Banggai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (biasa disebut Banggai Laut). Ketiganya kini masing-masing dipimpin oleh seorang bupati.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-06-11T06:35:44Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah