Mengintip Tanah Wetu Telu dari sebalik sisa reruntuhan gempa
Sukma, Mutia
Naskah ini berjudul Mengintip Tanah Wetu Telu. Judul ini diambil dari kesan penulis terhadap sebagian besar masyarakat Lombok Utara yang masih menjaga tradisi yang mereka miliki. Masyarakat Wetu Telu adalah masyarakat yang menganut tiga sistem kehidupan. Kehidupan di langit, di bumi, dan di tanah.
Ketiga fase tersebut bahu-membahu dalam filosofi hidup yang mereka jalani. Pusat kegiatan tradisi Islam Wetu Telu sendiri masih sangat ketat dijaga dan diamalkan di Kayangan, Bayan, dan Tanjung (mungkin juga di dua kecamatan lain). Namun, penelitian yang penulis lakukan belum sampai ke sana. Lebih lanjut, tradisi Islam di Wetu Telu dapat dibaca pada bagian buku ini.
Ketiga fase tersebut bahu-membahu dalam filosofi hidup yang mereka jalani. Pusat kegiatan tradisi Islam Wetu Telu sendiri masih sangat ketat dijaga dan diamalkan di Kayangan, Bayan, dan Tanjung (mungkin juga di dua kecamatan lain). Namun, penelitian yang penulis lakukan belum sampai ke sana. Lebih lanjut, tradisi Islam di Wetu Telu dapat dibaca pada bagian buku ini.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-06-15T03:29:23Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah