Laporan penyusunan glosarium bahasa Samawa bidang pertanian Tahun 2018
Nuryati, Nuryati; Hartini, Hartini; Hariro, Zamzam; Cahyasabudhi, I Nyoman
Pendokumentasian suatu bahasa dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media seperti halnya dalam bidang leksikografi. Pada dasarnya semua kegiatan dalam bidang leksikografi merupakan usaha pendokumentasian suatu bahasa baik dalam bentuk kamus, ensiklopedia, tersaurus, maupun glosarium.
Glosarium dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kamus dalam bentuk yang ringkas atau daftar kata dengan penjelasannya dalam bidang tertentu. Kemudian, ada beberapa perbedaan dan persamaan antara kamus dan glosarium berdasarkan pengertian kamus yang telah dikemukakan di atas, sebagai berikut: (1) kamus termasuk buku referensi yang berisi kata-kata atau gabungan kata dari suatu bahasa: (2) kata-kata tersebut disusun secara alfabetis, (3) kata-kata tersebut diberi keterangan tentang makna dan penggunaannya, (4) kata itu selain diberi keterangan maknanya, juga diberi keterangan tentang ucapannya, ejaannya, penyukuan, dan lainlain, serta (S5) keterangan tentang makna itu diberikan juga dalam bahasa lain. Sementara itu, glosarium merupakan sumber pengayakan pengetahuan tentang padanan istilah bidang ilmu. Glosarium dapat memperkaya perbendaharaan khazanah kebahasaan. Sebagai rujukan, glosarium memuat kumpulan istilah bidang ilmu dalam bahasa asing dan daerah sebagai entri beserta padanannya dalam bahasa Indonesia.
Kegiatan penyusunan glosarium pertanian bahasa Samawa ini adalah kegiatan kedua atau lanjutan dari kegiatan sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai usaha untuk pendokumentasian bahasa Samawa khususnya kosakata-kosakata yang berkaitan dengan bidang pertanian tradisional pada masyarakat etnis Samawa. Kegiatan pengambilan data dilakukan di daerah pertanian Moyo, Sumbawa Besar. Hasil data yang terkumpul dalam kegiatan tahun ini adalah 124 lema.
Glosarium dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kamus dalam bentuk yang ringkas atau daftar kata dengan penjelasannya dalam bidang tertentu. Kemudian, ada beberapa perbedaan dan persamaan antara kamus dan glosarium berdasarkan pengertian kamus yang telah dikemukakan di atas, sebagai berikut: (1) kamus termasuk buku referensi yang berisi kata-kata atau gabungan kata dari suatu bahasa: (2) kata-kata tersebut disusun secara alfabetis, (3) kata-kata tersebut diberi keterangan tentang makna dan penggunaannya, (4) kata itu selain diberi keterangan maknanya, juga diberi keterangan tentang ucapannya, ejaannya, penyukuan, dan lainlain, serta (S5) keterangan tentang makna itu diberikan juga dalam bahasa lain. Sementara itu, glosarium merupakan sumber pengayakan pengetahuan tentang padanan istilah bidang ilmu. Glosarium dapat memperkaya perbendaharaan khazanah kebahasaan. Sebagai rujukan, glosarium memuat kumpulan istilah bidang ilmu dalam bahasa asing dan daerah sebagai entri beserta padanannya dalam bahasa Indonesia.
Kegiatan penyusunan glosarium pertanian bahasa Samawa ini adalah kegiatan kedua atau lanjutan dari kegiatan sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai usaha untuk pendokumentasian bahasa Samawa khususnya kosakata-kosakata yang berkaitan dengan bidang pertanian tradisional pada masyarakat etnis Samawa. Kegiatan pengambilan data dilakukan di daerah pertanian Moyo, Sumbawa Besar. Hasil data yang terkumpul dalam kegiatan tahun ini adalah 124 lema.
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Provinsi NTB
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-01-21T12:57:44Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah