Peusijuek Dalam Masyarakat Aceh (Seri Informasi Budaya Nomor 37 Tahun 2013)
Wibowo, Agus Budi
Acara peusijuek (menepung tawari) dilakukan masyarakat Aceh sebagai bentuk syukur terhadap keselamatan dan kesuksesan meraih sesuatu, baik yang berkaitan dengan benda maupun orang.
Peusijuek ini juga ditujukan sebagai pernyataan ras syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang diberikan-nya, sekaligus sebagai permohonan dan harapan untuk memperoleh keberkahan dan keselamatan hidup.
Peusijuek ini juga ditujukan sebagai pernyataan ras syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang diberikan-nya, sekaligus sebagai permohonan dan harapan untuk memperoleh keberkahan dan keselamatan hidup.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-10-21T10:37:11Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah