Budaya politik kerajaan Balanipa Mandar
Kila, Syahrir
Budaya politik Kerajaan Balanipa dimulai dari kepemimpinan lomokoka yang awalnya diharapkan dapat menjamin ketentraman masyarakat, Sejumlah Tomakaka yang ada ini justru ternyata berbuat sewenang-wenang dan berambisi untuk menguasai sesamanya. Kondisi itu menyebabkan empat Tomakaka mempersatukan diri dalamsatu ikatan kebersamaan yang dikenal dengan nama Appe Banua Kaiyang, Appe Banua Kaiyang mencari pigur pemimpin yang dapat mengatasi persoalan.Pencarian lalu tertuju kepada I Manyambungi. Persoalan muncul sebab tokoh yang dimaksud berada di Kerajaan Gowa. Appe Banua Kaiyong mengirim utusan untuk menjemput I Manyambungi agar dapat dikembalikan ke Mandar. Pada waktu kembali ke negerinya, ia lalu memerangi para Tomakaka yang selalu berbuat kekacauan di Mandar. Atas keberhasilannya itu, ia diangkat menjadi pemimpin Appe Banua Kaiyang dan menjadi pemegang kendali atas daerah-daerah tersebut.Se.jak itu merupakan awal munculnya budaya politik lokal di kerajaan ini. I Manyambungi melakukan pembenahan wilayah dengan membuat peraturan dalam berbagai bidang, terutama pada persyaratan pengangkatan seorcng mara'dia setelah pemberhentiannya. Aturan-aturan itulah yang kemudian menjadi pola acuan yang berkelanjutan sepanjang wilayah tersebut menganut sistem kerajaan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-11-28T08:31:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah