Sejarah perkebunan dan dampaknya bagi perkembangan masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken, keresidenan Palembang, 1900-1942
Zubir, Zusneli
Maksud dan tujuan dari makalah ini adalah relevansi antara keberadaan perkebunan besar, Eropa Onderneming dan dampaknya terhadap masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestreken pada masa kolonial pada 1900-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis untuk merekonstruksi sejarah perkebunan dan implikasinya bagi perkembangan masyarakat di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken. Teknik pengumpulan data yang digunakan mengacu pada tahap pertama dalam sejarah proses metode heuristik, menemukan dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah. Teknik analisis data yang berkaitan dengan tahap kedua, ketiga dan keempat dalam sejarah meliputi metode kritik sumber, dan interpretasi historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, pembukaan perkebunan karet pada masa penjajahan Banjoasin Onderafdeeling en Koeboestrekken sangat berkorelasi dengan kondisi alam daerah ini dan juga perubahan politik konial, buka pintu. Ada dua perusahaan besar yang berinvestasi besar-besaran perkebunan karet yaitu, pertama, Karet Ondernemingen Melania pada tahun 1909 penanaman dan usaha karet secara masif dari ujung timur Marga Pangkalan Balai ke ujung barat Marga Gasing dan berpusat di Musi Landas. Kedua, perkebunan Oud Wassenaar, N.V. Oliepalmen en rubber Mijn terkapar di area selokan mulai utara Batang Hari Leko, Marga Rantau Bayur, hingga Marga Suak Tape utara, Marga Betung dan daerah Tebenan. Relevansi pembukaan perkebunan besar dengan komunitas di Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestrekken terlihat dalam beberapa hal. Pertama, perubahan posisi elite lokal, Pasirah, Kerio, dan pejabat dewan Marga lainnya. Kedua, membantu menciptakan "perbaikan" fasilitas dan infrastruktur infrastruktur publik di sana. Ketiga, mendorong pengembangan kegiatan ekonomi dan memberikan dampak yang luar biasa pada dusun-dusun marga. Keempat, banyak pembangun jalan penghubung untuk keperluan transportasi karet memiliki dampak luas dan mendalam pada pola masyarakat tradisional, tidak hanya untuk Banjoeasin Melayu, tetapi juga pada aspek kehidupan Banjoeasin Kubu. Mereka memulai asimilasi bertahap dengan menciptakan Banjoeasin Kubu dengan Banjoeasin Melayu karena perubahan orientasi pemikirannya karena ia mulai membuka wilayah pengaruh mereka di dunia luar.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-03-30T04:55:15Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah