Representasi budaya Cirebon dalam penggunaan nama diri: kajian antroponimi masyarakat Cirebon
Rizka, Haira
Cirebon dikenal sebagai kota wali dan kota pesantren di Jawa Barat. Sebagian besar masyarakat Cirebon terdiri dari dua suku, yaitu Jawa dan Sunda. Mereka hidup dalam era globalisasi yang memungkinkan komunikasi terbuka dengan dunia luar. Hal ini berdampak pada bahasa mereka karena elemen yang berbeda
memungkinkan timbulnya variasi bahasa, terutama pada nama diri yang dipakai.
memungkinkan timbulnya variasi bahasa, terutama pada nama diri yang dipakai.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-02-04T02:37:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah