• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI NPP 3174011E2000004
  2. Catalog
  3. Bandung Menjelang Pagi
Image of Bandung Menjelang Pagi

Text

PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI NPP 3174011E2000004

Penilaian

0,0

dari 5
Penilaian anda:

Bandung Menjelang Pagi

Brian Khrisna - Nama Orang;

Menjelang pagi, Bandung berubah menjadi kota yang tak lagi sama. Malam terasa sangat panjang dan lebih mencekam dari kelam. Para bandit, pemadat, tukang judi, bocah geng motor, begundal grafiti, semuanya berkeliaran bak tikus-tikus ketika air got meluap.

Di kota ini, Dipha adalah bocah berandalan yang mampu mengerjakan apa saja. Berjualan bacang di Asia Afrika, pelayan kafe di Braga, buruh angkut kertas di Pajagalan, ataupun buruh kain di Tamin. Apa pun ia lakukan untuk bertahan hidup. Kemampuannya untuk mengerjakan apa saja itu membawanya bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Vinda yang ngotot minta dicarikan tempat tinggal dengan segala syarat yang tak masuk akal.

Seperti dipermainkan oleh takdir, satu-satunya tempat yang tersedia adalah kontrakan petak yang terletak tepat di seberang kontrakan Dipha. Mau tidak mau, Vinda akhirnya menempati kontrakan itu.

Vinda yang sangat mencintai Bandung begitu bertolak belakang dengan Dipha yang sudah mengenal betapa bobroknya kota itu ketika menjelang pagi. Asia Afrika, Braga, Dago, Kalipah Apo, Astana Anyar, Banceuy, Jalan ABC, dan seluruh jalan-jalan tikus di Kota Bandung menjadi saksi tumbuhnya perasaan di antara keduanya.

Namun, sayangnya mereka berdua kerap lupa, bahwa sejatinya, oleh-oleh paling khas dari Kota Bandung adalah: patah hati.

*****
Untuk bertahan hidup di Bandung, Dipha bekerja serabutan. Apa pun akan ia kerjakan asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidupnya sehari saja. Suatu siang, saat membawakan pesanan bacang untuk para petugas puskesmas, ia bertemu dengan seorang gadis misterius yang selalu memakai masker dan sarung tangan.

Selanjutnya, ia dimintai tolong untuk mencarikan sebuah kosan yang murah dan bersih untuk gadis itu. Lama berkeliling Kota Bandung, mereka tak kunjung menemukan kosan yang sesuai. Hingga akhirnya Dipha membawa gadis itu ke kontrakan yang berada berseberangan dengan kontrakan yang juga ditumpanginya. Dimulailah hari-hari Dipha bersama si gadis misterius yang bernama Vinda. Cerita keduanya pun bergulir.

Vinda begitu mencintai Kota Bandung sedangkan Dipha telah melihat kota itu dari segala sisinya, termasuk sisi gelap yang selama ini tidak terlihat melalui lensa kamera para wisatawan. Jalan Asia Afrika, Braga, Dago, jembatan layang Pasupati, menjadi saksi berkembangnya rasa di antara keduanya. Namun, rahasia yang keduanya simpan akan menentukan apakah kisah mereka akan berakhir bahagia, ataukah mereka akan mendapat oleh-oleh terbaik yang diberikan Kota Bandung: patah hati.

Bandung Menjelang Pagi menceritakan tentang sepasang manusia yang bertemu, memadu kasih, dan dipaksa untuk berpisah di Kota Bandung. Isinya sarat dengan kehidupan yang dijalani kelompok masyarakat yang kerap terlewatkan oleh penglihatan mata. Cerita yang penuh harap akan hidup yang Bahagia, tapi terpaksa menerima realitas, bahwa manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan takdir tiap hamba-Nya.

Ketersediaan
LokasiKode EksemplarNo. PanggilStatus
PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI (800)25066895 BRI bTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
895 BRI b
Penerbit
Jakarta: MediaKita, 2024
Deskripsi Fisik
304 hlm; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789797948115
Klasifikasi
895
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
Cetakan pertama
Subjek
fiksi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Brian Khrisna
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas

Tidak Ada Data

Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar
Resensi Buku
Login untuk menulis resensi

Belum ada resensi untuk buku ini.


PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI NPP 3174011E2000004
PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI NPP 3174011E2000004
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

Selamat datang di Perpustakaan SMA Yasporbi . Kami Memiliki koleksi yang beragam mulai dari buku cetak, buku elektronik, hingga database lainnya, kami hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi anda.

Statistik Pengunjung

Hari ini 1.307
Online: 1.302 Onsite: 5
Bulan ini 36.843
Online: 36.652 Onsite: 191
Total 115.645
Online: 92.779 Onsite: 22.866

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar